Nunchaku adalah senjata beladiri asli okinawa yang saat ini
memang memiliki penggemar yang sangat banyak. Pencintanya pun beragam mulai
dari pria, wanita, remaja, orang tua, bahkan sampai anak-anak, gemar bermain
senjata tersebut. Double stick dan ruyung merupakan beberapa sebutan untuk
nunchaku, senjata ini terdiri dari dua buah tongkat yang biasanya terbuat dari
kayu yang dihubungkan dengan tali ataupun rantai. Pada saat pertama kali
kemunculannya, tongkat kayu yang digunakan memiliki bobot yang cukup berat,
namun sekarang seiring berjalannya waktu kini nunchaku telah menjelma tak hanya
menjadi senjata yang dikenal mematikan tetapi juga alat sebagai media hiburan.
Pada sebuah pertunjukan yang menampilkan nunchaku, biasanya
menggunakan senjata yang memiliki bentuk, warna, dan keunikan tersendiri nan
beragam. Seperti nunchaku dengan lampu LED yang pada saat dimainkan dapat
memberikan efek kilauan-kilauan cahaya yang indah. Nunchaku siul yang pada
bagian ujungnya dipasangi peluit sehingga pada waktu dimainkan menghasilkan
bunyi-bunyian yang menarik. Ada juga nunchaku api yang pada bagian ujung-ujung senjata tersebut
dililiti sumbu dan dimainkan saat dalam keadaan api menyala sehingga
permainanpun terlihat ekstrim.
Di Surabaya sudah banyak komunitas-komunitas nunchaku yang
tampil menghibur dalam berbagai acara, semisal pada perayaan malam tahun baru 2015
kemarin di Taman Bungkul. INC surabaya, komunitas nunchaku yang tampil memukau pada acara
tersebut. Suatu hiburan menarik yang jarang dijumpai di Surabaya aksi menarik mereka ditutup dengan
pertunjukan nunchaku api yang membuat takjub para penontonnya.
Kini nunchaku tak hanya dikenal sebagai senjata beladiri yang mematikan, namun apabila dimainkan dengan piawai maka sentaja tersebut pun dapat menjadi salah satu hiburan yang cukup menarik.

